Kekecewaan Terbesar Barcelona, Philippe Coutinho Tidak Sesuai Harapan!
11
Agustus

By admin /

Pemain berusia 27 tahun, Philippe Coutinho, dirinya merupakan pemain termahal dalam sejarah Barcelona, dan saat ini juga dirinya tengah bersiap bergabung dengan Bayern Munchen sebagai pemain pinjaman selama satu musim. Karier Coutinho berbelok ke arah yang tidak dia harapkan.

Pada awal bulan Januari 2018, Coutinho datang ke Camp Nou dengan ekspektasi tinggi. Dia diharapkan bisa mengisi lubang yang ditinggalkan Andres Iniesta.

Lalu ada alasan Barca memilih Coutinho dapat dipahami. Bagaimanapun, setahun sebelumnya, Coutinho merupakan pemain yang tercatat pernah memberikan performa terbaik yang mengenakan kostum Liverpool. Transfer ini kontroversial, Liverpool merasa dipermainkan Barcelona.

Kini, Liverpool boleh jadi pihak yang cukup senang dengan perjalanan Coutinho. Simak berikut ini penjelasan lengkapnya.

Tersesat

Seperti yang di kutip menurut informasi dari Marca, ketika pertama kali mendarat di Camp Nou, permainan Coutinho tidak benar-benar sesuai harapan. Kala itu, pada setengah musim pertamanya, performa buruk Coutinho masih bisa ditoleransi dengan dalih adaptasi.

Biarpun demikian, ketika musim 2018/19 dimulai, Coutinho tetap tidak bisa menduplikasi permainan terbaiknya semasa membela The Reds. Padahal dia sudah melewati pramusim sejak awal, seharusnya tidak ada alasan Coutinho untuk tampil buruk. Namun kenyataannya tidak mengerti mengapa dirinya memberikan performa yang buruk.

Banyak yang menilai jika Coutinho tampak tidak cocok dengan permainan Barcelona. Ernesto Valverde masih berusaha membela, tapi bahkan dia tahu Coutinho tidak cocok dengan gaya bermain khas Barca.

Tidak hanya para rekan-rekan sepermainan dirinya namun kabarnya fans Barca sudah habis kesabaran. Coutinho dikritik keras, dan puncaknya ketika Coutinho membalas kritik tersebut dengan selebrasi kontroversial.

Coutinho Dalam Angka

Bagaimanapun, Coutinho tidak bisa menggunakan alasan dimana dirinya mangatakan ‘tidak mendapatkan kesempatan bermain’ di Barcelona. Gelandang Brasil ini sudah tercatat bermain 76 kali sejak tiba dan dirinya termasuk pemain yang mempunyai catatan bermain paling banyak.

Selama satu setengah musim, Coutinho tercatat hanya mampu mencetak 21 gol. Jelas jauh di bawah pemain Luis Suarez (40 gol) dan Lionel Messi (71 gol). Juga, sebagai gelandang, Coutinho hanya mampu menciptakan 11 assists.

Barcelona tetap Barcelona. Tanpa Coutinho, permainan Barca tetap sebaik biasanya dan justru tim mengakui jika peran Coutinho tidak terlalu berpengaruh akan kesuksesan Barca. Coutinho pun bisa ‘terbantu’ meraih dua trofi La Liga, satu Copa del Rey, dan satu Supercopa de Espana.

Kekecewaan Yang Dirasakan Barcelona

Kemampuan pemain yang sudah mempunyai dua orang anak ini, boleh jadi masih luar biasa. Dia dianggap bisa tampil reguler di beberapa klub besar Premier League atau liga top lainnya. Hanya, Coutinho memang tidak cocok dengan Barcelona.

Semasa membela Liverpool, Coutinho bebas bergerak di wilayah sepertiga akhir. Pada nyatanya dia doyan mengisi ruang kosong di belakang striker. Pada posisi inilah permainan Coutinho mencapai puncaknya.

Namun sangat di sayangkan, Coutinho tak bisa melakukan hal serupa di Barcelona entah mengapa. Selama ada Lionel Messi, Coutinho hanya akan jadi pemain yang terpinggirkan. Dia lebih sering bermain di posisi penyerang sayap.

Barcelona rela mengeluarkan dana sebesar 142 juta euro untuk Coutinho usai bernegosiasi alot dengan Liverpool. Namun, pemain yang diperjuangkan itu hanya bisa mencetak 21 gol dan 11 assists. Terlihat sekali rasa kekecewaan yang datang dari Barcelona tersebut jelas bisa dipahami, dan pilihan yang di tetapkan Barca untuk melepas pemain berusia 27 tahun, Coutiho ke Bayern jadi pilihan terbaik.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *