Rencana Tawaran Spesial, Real Madrid Semakin Percaya Diri, Akankah Tottenham Tertarik?
12
Agustus

Rencana Tawaran Spesial, Real Madrid Semakin Percaya Diri, Akankah Tottenham Tertarik?

By admin /

Baru-baru ini kabar datang dari Real Madrid yang kabarnya sudah menyiapkan rencana khusus untuk mendatangkan pemain berusia 27 tahun, Christian Eriksen dari Tottenham Hotspur. Los Blancos begitu yakin bisa mendapatkan pemain incaran mereka. Karena Eriksen sendiri kabarnya sudah mempunyai ketertarikan juga.

Zinedine Zidane merupakan salah satu pelatih paling sibuk pada bursa transfer kali ini. Usai dirinya berhasil mendatangkan lima pemain termasuk Eden Hazard, rasanya tidak stop untuk Zidane karena disebut masih membutuhkan gelandang baru.

Lalu berita tentang nama Eriksen ini muncul sebagai salah satu kandidat kuat usai transfer Paul Pogba menemui jalan buntu. Situasi juga terlihat mendukung, karena kabarnya Eriksen juga sudah siap meninggalkan Spurs.

Lalu, bagaimana kira-kira rencana Madrid untuk mendapatkan gelandang Denmark itu? Simak berikut ini yuk.

Siasat Madrid

Membahas soal informasi yang didapat dari The Sun, yang kabarnya Madrid tidak benar-benar mengabaikan Eriksen. Memang benar bahwa ketertarikan Madrid sempat luntur dan tidak banyak yang bicarakan lagi soal ini, tetapi ternyata itu kabarnya sengaja, karena merupakan salah satu taktik mereka untuk membuat Spurs tertekan.

Kabarnya, El Real sengaja menunggu sampai menit-menit terakhir bursa transfer untuk menyodorkan tawaran ‘take it or leave it’ kepada bos Tottenham, Daniel Levy. Dan berita lainnya lagi, Madrid yakin Tottenham tidak akan memaksa Eriksen untuk bertahan.

Hasil gambar untuk real madrid online gambling"

Madrid begitu yakin, mengapa? karena posisi Tottenham memang tidak menguntungkan. Saat ini kontrak Eriksen memasuki satu tahun terakhir. JIka tidak menjual sekarang, Tottenham bisa kehilangan Eriksen dengan cuma-cuma akhir musim nanti. Itu tentu sudah menjadi point dan Madrid percaya diri bisa mendapatkan pemain yang sudah mempunyai kekasih ini.

2 September

Bursa transfer Premier League memang sudah ditutup beberapa pekan lalu, tapi bursa transfer Eropa baru akan ditutup pada bulan depan tepatnya tanggal 2 September 2019 nanti. Dan Madrid masih punya banyak waktu untuk benar-benar mempersiapkannya dengan matang.

Madrid pun juga masih menjaga hubungan baik dengan Tottenham, klub yang dulu pernah membuat cerita telah memberi Luka Modric dan Gareth Bale. Sebab itu, Florentino Perez hanya menyiapkan tawaran terbaik untuk Eriksen.

Kabarnya, gelandang 27 tahun itu dipandang sebagai calon penerus Luka Modric untuk itu Madrid semakin yakin. Eriksen sedang berada dalam puncak kariernya, waktu yang tepat untuk bergabung dengan Los Blancos. Tentu saja besar harapan Madrid jika memang sudah resmi akhirnya masih tim Madrid untuk bisa bekerja keras menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Dilansir dari : celfceredigionart.org, Agen Poker Online Terpercaya.


Chelsea Kalah Karena Skuad Sekadarnya? Lampard Enggan Mengeluh
04
Agustus

Chelsea Kalah Karena Skuad Sekadarnya? Lampard Enggan Mengeluh

By admin /

Sang pelatih Frank Lampard mencoba bersikap realistis usai melihat kekalahan Chelsea dari Manchester United pada pekan pertama Premier League 2019/20, yang sudah berlangsung pada hari Minggu tanggal 11 Agustus 2019 kemarin malam WIB. Sang pelatih mengakui jika permainan The Blues belum maksimal.

Kekalahan tersebut sedikit membuktikan bahwa embargo transfer merupakan hukuman yang berat. Sampai akhirnya Lampard tidak bisa untuk mendatangkan pemain baru di musim pertamanya sebagai bos Chelsea, dan itu adalah situasi yang sulit untuk di terima oleh pelatih mana pun.

Walaupun begitu adanya, Lampard sang pelatih yakin timnya sudah tampil sebaik mungkin. Meski dihajar empat gol tanpa balas oleh MU, Chelsea sempat tampil lebih dominan pada sebagian pertandingan tersebut. Sisi positif inilah yang coba dipahami Lampard dan ia terus koreksi untuk jadi lebih baik.

Informasih lebih lanjut yaitu Lampard juga menjelaskan alasannya memilih pemain-pemain muda. Simak berikut ini informasi lengkapnya.

Pelajaran Kejam

Lampard mengakui pertandingan itu melahirkan berbagai reaksi dari setiap para pemain. Dia mengakui jika dirinya senang dengan beberapa momen penampilan skuad Chelsea, tetapi juga merasakan kekecewaan ketika melihat timnya kebobolan empat gol. Tetapi lagi-lagi Lampard selalu belajar dari kesalahan agar kedepan lebih baik. Dan besar harapan para fans juga untuk para pemain dan pelatih segera mewujudkannya.

“Ada banyak elemen pertandingan itu yang saya sukai dan bagian-bagian yang tidak saya sukai dan fatal untuk kami. Saya tidak akan banyak mengeluh tentang tidak bisa mendatangkan pemain baru. Saya ingin bekerja, saya melihat banyak hal positif hari ini,” kata Lampard di Chelseafc.com.

“Fans melihat tim yang mencoba melakukan segalanya dengan benar, lalu pertandingan berbalik merepotkan kami dengan sangat cepat. Ini adalah pelajaran kejam bagi tim kami hari ini.” Ujarnya kembali kepada tim bet789club.com

Pemain Muda

Keputusan yang dikeluarkan Lampard yaitu memilih pemain-pemain muda pada pertandingan tersebut yang terbukti dengan pemilihan dua pemain yaitu Tammy Abraham dan Mason Mount sebagai starting line-up daripada pemain-pemain seperti Marcos Alonso, N’Golo Kante, dan Olivier Giroud.

Dan usai laga tersebut, Lampard menjelaskan alasannya mengapa dirinya mengeluarkan keputusan seperti demikian. “Saya tidak bisa memaksa para pemain dari ruang medis untuk bermain, entah mereka berpengalaman atau tidak,” lanjut Lampard.

“Pemain-pemain inilah yang memang layak bermain hari ini, dan kami jelas tim yang lebih baik selama 45 sampai 60 menit. Masalahnya kami membuat empat kesalahan individual yang berujung pada gol dari lima tembakan mereka, itu kenyataan pahit bagi kami,” tutupnya.


Buat Kesalahan Saat Lawan MU, Kurt Zouma Dapat Peringatan!
02
Agustus

Buat Kesalahan Saat Lawan MU, Kurt Zouma Dapat Peringatan!

By admin /

Kurt Zouma pemain berusia 24 tahun ini, tampil sebagai starter saat Chelsea menghadapi Manchester United dalam ajang Premier League. Namun, Gianfranco Zola percaya Zouma akhirnya akan kehilangan tempatnya di Chelsea setelah mereka menelan kekalahan telak dari Setan Merah yang sudah berlangsung pada hari Minggu tanggal 11 Agustus 2019 malam kemarin WIB.

Tim yang di asuhan oleh pelatih Frank Lampard itu dipaksa menyerah dengan perolehan skor sebanyak 4-0 saat berkunjung ke Old Trafford. Dua gol yang di peroleh dari Marcus Rashford ditambah satu gol masing-masing dari Anthony Martial dan Daniel James membuat The Blues menelan kekalahan pertama di mereka di Premier League.

Dan Zouma melakukan kesalahan dalam pertandingan tersebut. Tekel ceroboh pemain Prancis itu terhadap Marcus Rashford berujung penalti di menit ke-17.

Rashford yang menjadi eksekutor tak menyia-nyiakan peluang emas tersebut. Dimana dirinya sudah berhasil menjebol gawang Kepa Arrizabalaga dari titik putih untuk membawa timnya unggul.

Peringatan Dari Zola

Bek Prancis itu berpasangan dengan Andreas Christensen di jantung pertahanan The Blues saat melawan United. Namun, Zola merasa Antonio Rudiger, yang menjalani operasi lutut pada April lalu, akan menggeser tempatnya begitu kondisinya sudah pulih. Begitu yakinnya ia dengan hal tersebut.

“Tentu saja, Rudiger punya pengalaman yang lebih banyak,” kata Zola kepada beIN Sports saat ditanya apakah Zouma akan berada di bangku cadangan saat Rudiger pulih.

“Saya pikir dia punya pengertian yang lebih baik dengan Christensen. Saya percaya jika mereka ingin bermain dari belakang, Rudiger dan Christensen akan lebih cocok.” Ujarnya kepada reporter poker online bet789casino.com

Kurang Seimbang

Zola melihat tim asuhan Lampard itu kurang keseimbangan di Old Trafford. Sebab, mereka tidak bisa mengatasi permainan serangan balik yang diterapkan United. Sampai akhirnya kekalahan harus diterima Chelsea.

“Saya benar-benar berpikir skornya sangat tidak adil karena mereka pantas mendapatkan sesuatu yang lebih,” kata Zola.

“Ada banyak hal positif ke depannya, tetapi mereka harus meningkatkan pertahanan. Anda harus seimbang di Premier, tidak cukup hanya menciptakan peluang, mengenai tiang gawang dua kali dan kemudian terkena begitu banyak serangan balik dan banyak gol. Itu adalah sesuatu yang harus diperbaiki.” Tutupnya.


Akhirnya, Crystal Palace Pasang Label Tidak Dijual Untuk Sang Winger Wilfried Zaha

By admin /

Rencana yang baru saja di layangkan oleh klub Arsenal untuk memboyong pemain berusia 26 tahun, Wilfried Zaha di musim panas ini yang sudah dipastikan pupus. Crystal Palace dimana klub selaku pemilik sang winger sudah memasang label jika ia tidak dijual untuk sang winger.

Musim lalu, Zaha tercatat menjadi salah satu pemain terbaik di skuat The Eagles. Pemain Timnas Pantai Gading itu total mampun mengemas 10 gol dan 10 assist bagi The Gunners di semua kompetisi.

Dan berkat performanya yang apik itu, Zaha mulai dilirik banyak tim papan atas Eropa. Jadi wajar saja ya jika banyak yang minati dirinya. Salah satu tim yang paling menunjukkan niatannya terhadap sang winger adalah tim asal London Utara, Arsenal.

Menurut berita yang dilansir dari The Sun, keberuntungan sedang tidak berpihak pada Arsenal karena ia harus gigit jari untuk mendatangkan Zaha. Pasalnya Palace sudah memutuskan winger 26 tahun itu tidak akan dijual di musim panas ini.

Tawaran Jelek

Diketahui keputusan dan langkah Palace tersebut diambil setelah Arsenal dinilai tidak serius untuk mendatangkan sang winger.

Palace pada awalnya membuka diri untuk menjual Zaha. Mereka juga sudah menetapkan harga jual sang pemain di angka sebesar 80 juta pounds. Namun ternyata pilihan langkahnya berubah karena tawaran yang jelek.

Bahkan kabarnya, Arsenal memberikan tawaran yang jauh di bawah angka tersebut, sehingga Palace memutuskan untuk tidak lagi menaruh sang pemain di bursa transfer.

Beralih Ke Target Lain

Menurut laporan yang sama, Arsenal sudah berlapang dada dan klub yang satu ini sama sekali tidak ada rasa kecewa dengan sikap Palace ini. Mereka bahkan diberitakan sudah memiliki target transfer baru di musim panas ini.

Mereka saat ini tengah berusaha dan mencoba mendatangkan winger Lille, Nicolas Pepe. Pemain yang sudah berusia 24 tahun itu dinilai memiliki potensi yang tidak kalah bagus dari Zaha. Untuk itu bagaimana hasilnya kita tunggu saja ya untuk nasib Nicolas Pepe.

Dan kabarnya lagi selain itu skema pembayaran yang ditawarkan Lille lebih fleksibel daripada yang diminta Palace untuk mendatangkan Zaha waktu itu, sehingga Arsenal sepertinya sudah yakin sekali untuk memilih beralih ke Pepe di musim panas ini.

Uji Coba

Sama seperti klub-klub lainnya, Arsenal juga tengah menggelar sejumlah laga pra musim untuk mempersiapkan musim kompetisi yang baru.

Namun The Gunners baru-baru ini memetik hasil yang kurang apik dan memuaskan hati para penggemar, di mana mereka tumbang dengan perolehan skor tipis sebanyak 1-2 dari Lyon pada ajang Emirates Cup.

Sumber : bet789inc.com, situs judi online terbaik.



Frank Lampard Spesialis Imbang Di Laga Debut
14
Agustus

Frank Lampard Spesialis Imbang Di Laga Debut

By admin /

Baru-baru ini Chelsea menjalani laga ‘debut’ sebagai manajer Chelsea di Stamford Bridge dengan perolehan hasil yang imbang yaitu 1-1 lawan Leicester City. Dan rupanya, hal yang sama juga terjadi pada debutnya sebagai pemain.

Chelsea melawan Leicester City pada pekan kedua Premier League 2019/2020, yang dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 18 Agustus 2019 pada malam WIB. Duel di Stamford Bridge ini berakhir dengan skor imbang 1-1.

Klub Chelsea sempat memberikan perolehan yang unggul cepat pada menit ke-7 lewat gol pemain muda berusia 20 tahun, Mason Mount. Lalu sementara itu dari pihak lawan, Leicester dimana timnya baru mampu membalas pada babak kedua. The Foxes menyamakan skor lewat gol pemain berusia 22 tahun Wilfred Ndidi.

Menurut pernyataan dari sang pelatih mengatakan jika hasil ini tentu bukan sesuatu yang ingin diraih Lampard ketika berlaga di Stamford Bridge. Tetapi, hal yang sama juga terjadi pada tahun 2001 dulu.

Frank Lampard Spesialis Imbang Pada Debut di Stamford Brigde

Frank Lampard sejatinya menjalani debut sebagai manajer ketika kalah dari Manchester United dengan perolehan skor 4-0. Tetapi, laga kontra Leicester adalah debutnya sebagai manajer pada laga di Stamford Bridge.

Namun sangat di sayangkan, karena hasilnya hanya imbang dengan skor 1-1. Chelsea sendiri belum juga mampu meraih kemenangan pada laga resmi di bawah kendali Frank Lampard.

Menurut sang pelatih Frank Lampard, hasil yang sama juga terjadi ketika dia menjalani debut sebagai pemain Chelsea. Hasil imbang juga diraihnya, pada debutnya di tahun 2001, ketika Chelsea berjumpa Newcastle.

Pernyataan yang di keluarkan Lampard sebagai pemain terjadi pada tanggal 19 Agustus 2001. Saat itu, Chelsea menjamu Newcastle di Stamford Bridge. Lalu kemudian The Blues berhasil unggul lewat gol Boudewijn Zenden pada menit ke-8.

Newcastle kemudian menyamakan skor pada menit ke-77 lewat gol Clarence Acuna.

Alasan Frank Lampard Gagal Menang

Tentu setiap kekelahan pastinya ada pembelajaran dibalik semua itu tetapi kali ini Frank Lampard mengatakan bahwa kegagalan Chelsea menang atas Leicester karena faktor lelah. Para pemain baru saja menjalani laga dengan intensitas tinggi di tengah pekan melawan Liverpool pada ajang UEFA Super Cup. Lalu harus di incar dengan pertandingan selanjutnya dan para pemain Chelsea tidak mampu mempertahankan staminanya.

“Saya benci alasan kelelahan. Tetapi itu harus menjadi faktor di babak kedua,” serunya pada Sky Sports.

“Saya melihat Liverpool bermain kemarin, dan saya tahu itu akan sulit bagi mereka. 120 menit, terbang kembali keesokan harinya, sampai jam lima pagi, jadi saya pikir itu berdampak pada kami di akhir pertandingan,” ucapnya kepada Situs Poker Online isbw13.org.

Dengan kekalahan atas Leicester, Chelsea belum mampu beranjak dari papan bawah klasemen sementara Premier League. Dengan raihan satu poin, The Blues mencetak dan berada di posisi ke-15.


Hasil Buruk Sejak Gabung MU, Alexis Sanchez Seharusnya Pilih Man City?
13
Agustus

Hasil Buruk Sejak Gabung MU, Alexis Sanchez Seharusnya Pilih Man City?

By admin /

Baru-baru ini ada pengakuan datang dari pemain berusia 30 tahun, Alexis Sanchez dimana dirinya diyakini tidak akan terpuruk sedemikian dalam seandainya memilih Manchester City daripada Manchester United. Masa depan Sanchez masih jadi teka-teki sejauh ini. Dirinya terlihat menyesal dengan keputusannya untuk bergabung dengan MU.

Bursa transfer Premier League sudah ditutup. Dan Setan Merah dinilai sudah bekerja cukup baik untuk memenuhi kebutuhan sang pelatih Ole Gunnar Solskjaer. Biar begitu, skuad MU dinilai sampai sekarang masih belum mencapai titik final.

Lalu sepekan terakhir ini, muncul lah kabar dan rumor yang mengatakan bahwa Mu sedang menimbang kemungkinan melepas pemain berkebangsaan Cile ini, ke Inter Milan. Saat ini kabarnya juga perwakilan kedua klub sedang bernegosiasi untuk menemukan solusi terbaik.

Sampai akhirnya kabar terbaru mengungkapkan  jika transfer ini bakal mengakhiri mimpi buruk Sanchez sejak mendarat di Old Trafford. Mengapa, simak informasi lebih lengkapnya berikut ini.

Noda Karier Sanchez

Jika kita flashback sedikit jika sebelum bergabung dengan MU, Sanchez adalah idola fans Arsenal. Dia selalu memikul beban tim seorang diri pada laga-laga sulit. Sanchez terbilang sebagai pemain terbaik mereka dan sudah banyak yang mengetahui hal tersebut.

Namun, sejak pindah ke MU, Sanchez belum benar-benar memberikan permainan terbaiknya. Bahkan dia dianggap sebagai produk gagal manajemen MU yang kacau-balau dalam beberapa tahun terakhir. Berikut ini adalah beberapa pendapat yang bisa di nilai.

“Saya merasa yakin bahwa Man City bakal mengelola dia [Alexis] lebih baik. Satu-satunya alasan saya mengatakan ini adalah Anda pasti lebih percaya diri dilatih Pep Guardiola daripada Jose Mourinho,” ujar analis Sky Sports, John Cross.

“Saya kira Solskjaer lebih senang mengentikan kepergian Sanchez dan ingin memulai segalanya dari nol. Ya, kepergian Sanchez bakal membuat MU tidak punya banyak pilihan.” Ujarnya kembali.

Pengaruh Buruk

Dari hari ke hari masalah Sanchez kian pelik karena dia merupakan pemain dengan gaji paling besar di MU dan yang pada kenyataannya dirinya justru lebih sering menghangatkan bangku cadangan. Situasi ini membuat MU kerepotan menghadapi pemain-pemain lain yang menginginkan gaji sama besarnya dan yang pastinya beberapa kemampuannya melebihi Sanchez.

“Namun, untuk alasan apa pun, entah karena sosoknya [Sanchez] yang populer, atau karena gaji yang begitu besar, dia membawa pengaruh buruk pada ruang ganti dalam hal ada beberapa pemain yang iri padanya [gaji besar] dan apa yang sudah dia perbuat untuk mendapatkan itu,” imbuh Cross.

“Saya merasa positif untuk MU. Jika gagasannya adalah Anda harus menutup bursa transfer lebih baik daripada ketika dimulai, MU jelas sudah melakukannya.” Ujarnya.

“Saya yakin Solskjaer akan diberi waktu dan kesabaran,” tutupnya.


Kekecewaan Terbesar Barcelona, Philippe Coutinho Tidak Sesuai Harapan!
11
Agustus

Kekecewaan Terbesar Barcelona, Philippe Coutinho Tidak Sesuai Harapan!

By admin /

Pemain berusia 27 tahun, Philippe Coutinho, dirinya merupakan pemain termahal dalam sejarah Barcelona, dan saat ini juga dirinya tengah bersiap bergabung dengan Bayern Munchen sebagai pemain pinjaman selama satu musim. Karier Coutinho berbelok ke arah yang tidak dia harapkan.

Pada awal bulan Januari 2018, Coutinho datang ke Camp Nou dengan ekspektasi tinggi. Dia diharapkan bisa mengisi lubang yang ditinggalkan Andres Iniesta.

Lalu ada alasan Barca memilih Coutinho dapat dipahami. Bagaimanapun, setahun sebelumnya, Coutinho merupakan pemain yang tercatat pernah memberikan performa terbaik yang mengenakan kostum Liverpool. Transfer ini kontroversial, Liverpool merasa dipermainkan Barcelona.

Kini, Liverpool boleh jadi pihak yang cukup senang dengan perjalanan Coutinho. Simak berikut ini penjelasan lengkapnya.

Tersesat

Seperti yang di kutip menurut informasi dari Marca, ketika pertama kali mendarat di Camp Nou, permainan Coutinho tidak benar-benar sesuai harapan. Kala itu, pada setengah musim pertamanya, performa buruk Coutinho masih bisa ditoleransi dengan dalih adaptasi.

Biarpun demikian, ketika musim 2018/19 dimulai, Coutinho tetap tidak bisa menduplikasi permainan terbaiknya semasa membela The Reds. Padahal dia sudah melewati pramusim sejak awal, seharusnya tidak ada alasan Coutinho untuk tampil buruk. Namun kenyataannya tidak mengerti mengapa dirinya memberikan performa yang buruk.

Banyak yang menilai jika Coutinho tampak tidak cocok dengan permainan Barcelona. Ernesto Valverde masih berusaha membela, tapi bahkan dia tahu Coutinho tidak cocok dengan gaya bermain khas Barca.

Tidak hanya para rekan-rekan sepermainan dirinya namun kabarnya fans Barca sudah habis kesabaran. Coutinho dikritik keras, dan puncaknya ketika Coutinho membalas kritik tersebut dengan selebrasi kontroversial.

Coutinho Dalam Angka

Bagaimanapun, Coutinho tidak bisa menggunakan alasan dimana dirinya mangatakan ‘tidak mendapatkan kesempatan bermain’ di Barcelona. Gelandang Brasil ini sudah tercatat bermain 76 kali sejak tiba dan dirinya termasuk pemain yang mempunyai catatan bermain paling banyak.

Selama satu setengah musim, Coutinho tercatat hanya mampu mencetak 21 gol. Jelas jauh di bawah pemain Luis Suarez (40 gol) dan Lionel Messi (71 gol). Juga, sebagai gelandang, Coutinho hanya mampu menciptakan 11 assists.

Barcelona tetap Barcelona. Tanpa Coutinho, permainan Barca tetap sebaik biasanya dan justru tim mengakui jika peran Coutinho tidak terlalu berpengaruh akan kesuksesan Barca. Coutinho pun bisa ‘terbantu’ meraih dua trofi La Liga, satu Copa del Rey, dan satu Supercopa de Espana.

Kekecewaan Yang Dirasakan Barcelona

Kemampuan pemain yang sudah mempunyai dua orang anak ini, boleh jadi masih luar biasa. Dia dianggap bisa tampil reguler di beberapa klub besar Premier League atau liga top lainnya. Hanya, Coutinho memang tidak cocok dengan Barcelona.

Semasa membela Liverpool, Coutinho bebas bergerak di wilayah sepertiga akhir. Pada nyatanya dia doyan mengisi ruang kosong di belakang striker. Pada posisi inilah permainan Coutinho mencapai puncaknya.

Namun sangat di sayangkan, Coutinho tak bisa melakukan hal serupa di Barcelona entah mengapa. Selama ada Lionel Messi, Coutinho hanya akan jadi pemain yang terpinggirkan. Dia lebih sering bermain di posisi penyerang sayap.

Barcelona rela mengeluarkan dana sebesar 142 juta euro untuk Coutinho usai bernegosiasi alot dengan Liverpool. Namun, pemain yang diperjuangkan itu hanya bisa mencetak 21 gol dan 11 assists. Terlihat sekali rasa kekecewaan yang datang dari Barcelona tersebut jelas bisa dipahami, dan pilihan yang di tetapkan Barca untuk melepas pemain berusia 27 tahun, Coutiho ke Bayern jadi pilihan terbaik.


Bikin Gol Pertama Untuk Barcelona, Begini Perasaan Antoine Griezmann
03
Agustus

Bikin Gol Pertama Untuk Barcelona, Begini Perasaan Antoine Griezmann

By admin /

Baru-baru saja media di hebohkan dengan pengakuan pemain berusia 28 tahun, Antoine Griezmann dimana dirinya boleh jadi masih beradaptasi dengan gaya bermain Barcelona. Namun, prinsip pemain hebat tidak akan kesulitan bermain dengan pemain hebat lainnya jika ada beberapa pemain yang menguasai hal tersebut tandanya memang dirinya mampu dan ini terlihat benar-benar terwujud dalam kasus Griezmann.

Mantan pemain Atletico Madrid ini terlihat begitu nyaman bermain bersama Luis Suarez dan rekan-rekan sepermainan. Griezmann membantu Barcelona mengalahkan Napoli dengan perolehan skor sebesar 4-0 pada laga uji coba terakhir pramusim mereka yang dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 11 Agustus 2019 kemarin hari WIB.

Griezmann sendiri, mungkin hanya mencetak satu gol pada pertandingan tesebut, tapi hasil perolehannya tersebut dirinya sudah menunjukkan kombinasi apik dengan Suarez dan Ousmane Dembele. Perlahan-lahan, Griezmann mulai bersinar.

Lalu kira-kira bagaimana pendapat Griezmann soal gol pertamanya di Barcelona? Simak berikut ini.

Sempat Dikritik

Pada beberapa laga awal pramusim, Griezmann sempat dikritik karena tampil kurang meyakinkan dan sepertinya tidak bisa di harapkan. Saat itu, skuad Barca memang belum diperkuat Suarez dan Messi yang masih berlibur usai bermain di Copa America 2019.

Meskipun hal tersebut terjadi, pada kemenangan saat melawan Napoli tersebut, nyatanya Griezmann tampak bermain nyaman karena kehadiran Suarez. Satu gol yang diberikan dari Griezmann itu cukup membuktikan adaptasinya pada permainan tim.

“Saya sangat senang bisa mencetak gol pertama saya dengan kostum ini [Barcelona]. Saya berharap ini adalah yang pertama dari banyak gol lainnya,” kata Griezmann dikutip dari Marca.

Perintah Pelatih

Griezmann sendiri mengaku sudah lama menunggu kesempatan dan tidak sabar untuk mencetak gol pertamanya. Dia juga siap bermain di posisi mana pun sesuai dengan permintaan pelatih.  Tidak lepas dari itu ia juga terus berusaha berkerja keras.

“Saya ingin sekai mencetak gol pertama ini dan saya sudah menunggu kesempatan lebih banyak membantu tim,” imbuh Griezmann.

“Saya masih mencoba membiasakan diri dengan permintaan pelatih, entah itu bermain di sisi sayap atau di sisi dalam [false nine],” tutupnya.


Kata Sang Pelatih Arsenal Unai Emery: Aubameyang Diminta Bertahan, Bernd Leno Diminta Menyerang?
01
Agustus

Kata Sang Pelatih Arsenal Unai Emery: Aubameyang Diminta Bertahan, Bernd Leno Diminta Menyerang?

By admin /

Kemampuan terbaik pemain berusia 30 tahun, Pierre-Emerick Aubameyang dimana ia sudah menjebol gawang lawan. Biar begitu, Unai Emery sebagai pelatih ingin Aubameyang jadi pemain pertama dalam sistem pertahanan Arsenal. Besarnya harapan pelatih berusia 47 tahun.

Pada hari Minggu tanggal 11 Agustus 2019, Aubameyang membuktikan kualitasnya dengan mencetak gol kemenangan Arsenal ke gawang Newcastle pada pekan pertama Premier League 2019/20. Gol Auba sangat penting, Arsenal menang dengan skor tipis yaitu 1-0.

Emery sang pelatih mengakui Aubameyang tidak mengecewakan dalam urusan mencetak gol. Bagaimanapun, Auba adalah salah satu top scorer Premier League 2018/20 lalu, dan tampaknya dia akan melanjutkan performa apik itu musim ini.

Ada hal unik lainnya, yaitu Emery tidak mau terlalu memuji gol Aubameyang. Mengapa seperti itu? Simak berikut ini.

Bertahan Dengan Aubameyang

Menurut Emery, gol Auba tercipta bukan hanya karena kemampuannya sendiri. Setiap pemain Arsenal berperan pada gol tersebut atas kerja sama para pemain gol tersebut tercipta, entah dengan umpan atau cukup dengan pergerakan di lapangan.

Emery pun tidak mau membatasi tugas Aubameyang hanya untuk mencetak gol. Dia ingin Arsenal bermain secara utuh, Aubameyang adalah bek pertama Arsenal ketika kehilangan bola di lini depan.

“Kami ingin memulai bertahan dengan Aubameyang dan kami ingin mulai menyerang dengan Bernd Leno. Kami harus menciptakan kombinasi apik, situasi-situasi bagus, untuk menciptakan peluang,” ujar Emery di website resmi Arsenal.

“Dan setelahnya setiap pemain punya kualitas untuk mencetak gol, untuk memberikan umpan apik, membuat assist, dan melakukan tugas bertahan.” Ujarnya kembali.

Banyak Yang Berperan Dalam Pencetak Gol

Berita lebih lanjut lagi mengatakan jika, Emery mengakui Auba yang sekarang merupakan pencetak gol terbaik yang dimiliki Arsenal. Namun, nyatanya dia sendiri masih punya sejumlah pemain lain yang tak kalah bagus. Dan Auba adalah salah satu pemain berusia 30 tahun yang masih mempunyai performa sangat baik.

“Aubameyang adalah pencetak gol kami, juga Lacazette Pepe, Reiss Nelson, Micki [Mkhitaryan] dan pemain-pemain lain,” imbuh Emery.

“Dan sebenarnya, saya kira hari ini setiap pemain bekerja dengan sangat baik. Aubameyang memang yang mencetak gol, tetapi saya kira itu terjadi karena setiap pemain bekerja sama dengan baik,” tandas dia.


Rumor Bruno Fernandes Di MU Ternyata Masih Butuh Waktu, Dan Belum Juga Lakukan Tes Medis!

By admin /

Rumor bergabungnya pemain berusia 24 tahun, Bruno Fernandes ke Manchester United nampaknya kali ini kami akan menulis artikel bukan jawaban yang di tunggu-tunggu banyak orang, karena nyatanya masih butuh waktu lagi untuk jadi kenyataan. Sang pemain diberitakan belum memasuki tahap lanjut untuk membela Setan Merah musim depan.

Fernandes menjadi salah satu pemain yang paling diburu di bursa transfer kali ini. Statistiknya yang menciptakan sebanyak 32 gol dan 18 assist musim lalu membuat banyak raksasa Eropa tergoda untuk memilikinya.

Dari semua tim yang dirumorkan mengejar tanda tangan Fernandes, nama Manchester United menjadi klub yang paling sering populer dibicarakan dimana MU, menjadi pelabuhan karir yang baru bagi sang pemain. Bahkan beredar kabar sang pemain bakal segera menjalani tes medis di Old Trafford.

Namun menurut laporan yang di beritakan dari Express ia sendiri membantah adanya kabar tersebut. Sang pemain diberitakan masih jauh dari kata sepakat sampai saat ini, klub untuk bergabung dengan Manchester United.

Air Mata Misteri

Rumor kepindahan Fernandes menguat setelah uji coba antara Sporting CP dan Valencia baru-baru ini.

Pada laga tersebut, Sporting memang tumbang di tangan Los Che. Di akhir pertandingan, Fernandes terlihat menitikkan Air mata di laga tersebut.

Banyak yang mengira bahwa air mata ini merupakan tanda bahwa sang playmaker menjalani laga terakhirnya bersama Sporting CP. Banyak beberapa berita juga pada akhirnya mengulas akan hal tersebut.

Belum Sepakat

Namun laporan Express itu mengklaim kembali bahwa Fernandes belum akan menjadi milik United dalam waktu dekat.

Menurut laporan tersebut, kedua klub masih belum mencapai kata sepakat untuk transfer sang pemain. Masih ada yang perlu diskusikan yang belum selesai terkait aspek ini.

Dengan buntunya proses negosiasi kedua klub, maka Fernandes belum akan berpindah klub dalam waktu dekat. Tetapi ada kemungkinan jika kabarnya dengan MU tidak kunjung usai maka bisa kemungkinan Fernandes akan di rebut oleh klub lain.

Waktu Mepet

Manchester United sendiri tidak memiliki banyak waktu lagi untuk membeli pemain baru ke Old Trafford.

Bursa transfer Liga Inggris akan ditutup kurang dari dua minggu lagi, sehingga mereka harus mempercepat langkah mereka untuk memperkuat skuat mereka. Kalau memang mereka benar-benar niat mendatangkan Fernandes.